Draft Puisiku Kedua

Hallo Assalamulaikum Sahabat Penaku !
Do you miss me ? Hahahaha aku comeback nih, anyway makasih ya sudah mampir ke blog aku yang semogaa bisa menghibur dan mengisi waktu luang kalian jadi lebih bermanfaat. Aamiin... semoga kalian sehat selalu ya genks ! 

 Ini 5 Miskonsepsi Literasi Ala Najelaa Shihab | Majalah Ayah


Kali ini seperti judul postingan aku bakal upload draft puisi -puisi aku lagi nih mungkin bisa jadi inspirasi kalian untuk tulis puisi juga atau untuk jadi penyemangat kalian yaang lagi patah arah gaadaa tujuan ataupu mungkin sedang patah hati?  

Yuk , baca draft puisi aku semoga bikin kamu jadi senyum lagi ya? Oh harus dong ! hehe

 Rehat.

Jangan mendebat yang tak perlu.
Tak usah risau karena ekpektasi mu.
Cukupkan istirahat karena takutmu.
Tekankan penuh keyakinan bahwa hidup tak selalu mulus bersama dengan rencana dan angan.

Agar tak lantas merintih saat gagalmu kian buatmu perih..
Biar saat kenyataan menyapa tak sesuai dengan do'a kamu tidak terluka parah..
Supaya sedihmu tak berlarut saat kehilangan memeluk..


Setiap jiwa berhak menyusun rencana
Setiap manusia patut berusaha
Setiap mimpi harus dibuat nyata

Namun apabila semua tertunda , tak apa .
Bukan berarti sepenuhnya tidak bisa
Masih banyak opsi yang tak terduga kan tiba
Tuhan , waktu , dan semesta yang bekerja

Teruslah bermimpi karena dengannya kamu merasa hidup dan tidak dibatasi
Walaupun sering jatuh karenanya berkali-kali
Proses pendewasaan akan selalu ada hingga kita pergi meninggalkan bumi
Jadi lakukanlah yang dapat membahagiakan asal jangan  sampai lupa daratan
Hingga menyakti perasaan orang


 Sejuta do'a
 
Meski berada jauh , aku tahu kamu sudah bahagia.
Kamu sudah menemukan setengah rasa yang sempat hilang dan aku tak mampu melengkapi nya.

Aku sudah lega, meski tak lagi saling bicara.
Kini ku merasa kamu sudah bisa tertawa lepas.
Menemukan serpihan yang sempat terlepas.

Memang bukan lagi aku, cerita kita sudah pada muaranya.
Namun aku tahu bahwa sela genggam jemari mu sudah terisi dan kian mengisi yang sempat hampa.

Benar aku sudah terbiasa , pelan namun penuh yakin aku mantap melangkah .
Hanya ingin merasa tenang kini ada yang mendekapmu erat.

Baik-baiklah dengan satu alasan diantara banyak keraguan untuk menjaganya.
Jangan lagi kamu patahkan percaya ..
Seperti yang pernah berlalu denganku ataupun lain yang sudah-sudah.

Turutlah aku bahagia dan mengantar jutaan do'a ke langit agar didengar sang pemilikmu yang utuh.
Agar terus menjagamu siapapun perantaranya.


Semesta kan bekerja
Selamat malam,  tubuh-tubuh lelah berharap didekap kehangatan,  namun justru dingin yang menerkam. 
Selamat malam,  hati yang berat  ingin sekali rehat namun harus terus menanggung amanah yang rekat.
Selamat malam,  mata yang indah berusaha agar terus bahagia,  namun kenyataan hanya sandiwara semata menutupi rahasia.

Selamat malam jiwa-jiwa tangguh yang kuat seperti pejuang , yang bisa menopang diri sekeras karang.
Hidup itu seperti bias kaca cermin,  dimana refleksi dari dirimu akan menjalani apa yang kamu mau sesuai dengan kata hatimu.

Tapi takdirmu seperti mengelak dari keinginan seperti menahan sesuatu yang tak pernah terpikirkan.
Tetapi, percayalah tangan Tuhan bekerja tanpa berhenti dan tak pernah lekang oleh waktu tanpa terlelap, hanya jalan nya masing -masing orang memang berliku dan menerima porsi sendiri.

Yakinlah, meskipun kau menangis , akan ada bahagia yang terlampau lebih manis.
Walau memang entah kapan, teruslah menata kepingan rahasia itu agar ia menjadi cerita yang indah  untuk diabadikan.
Jadi, beristirahatlah dengan lelap,  sayang .
cukup waktu yang berperan dan kau cukup usaha dan mendo'akan. 



Terlanjur Mencinta
Langit masih terasa teduh kala itu.
Seperti biasa saat kamu menatap dalam pupil mataku.
Terasa akan lebih lama dari perkiraan.
Tertuju pada landasan yang satu pikiran.
Namun takdir berpindah haluan...

Saling peduli , tak membuat hati terkait.
Sering bertemu,  belum tentu bisa bersatu.
Selalu mengatakan cinta,  bukan jaminan bersama.
Ternyata hatimu terisi pada lain orang.

Salahku berharap kamu menetap.
Salahku membuka celah tuk kamu membuat luka.
Siapa yang mengira dia akan kembali pada salah yang sama?

Keadaan menghadapkanku pada kegagalan yang berulang .
Senyummu membuat kendali rasaku hilang.
Hatiku masih jelas menangkap bayangan yang terkenang..

Rasanya ingin sekali aku mengatakan ..
Aku benar-benar jatuh begitu dalam.
Pada genangan perasaan yang tak dapat kutahan...

Tapi mengapa aku terlanjur mencinta?
Jika jawabnya jelas tak memungkinkan untuk cinta itu  berpihak pada kita
Sulit bagiku untuk menghindar dan menghentikan sederet cerita kita datang tiba-tiba
Maafkan aku bila tak sanggup  benar-benar melupa


Nah, itu dia beberapa draft puisiku . 
Semoga bisa memperbaiki mood kalian jadi happy lagi ya ! 

Aamiin.... 

Besok-basok aku bakal share puisi aku lagi jadi tunggu aja ya kalian sahabat penaku tersayang. Jangan bosen mampir ke blog aku yaaaaa barangkali bisa jadi semangat kalian kan ? :) See you soon on the next post, Sahabat Pena .

Love, 
Primanesti Unique Kinandra Wijaya .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Serba - Serbi Novel