Kupas Tuntas Puisi
Assalamualaikum Sahabat Pena ! We're meet again ...
Senang bisa ketemu kalian lagi, btw.. Gimana nih kabar kalian
? Aku harap semoga sehat dan bahagia selalu ya Aamiin :) Memang hidup itu harus bahagia biar kita
selalu ingat untuk bersyukur sama apa yang kita punya kan ? And yeah now we started ...
Tebak aku mau bahas apa? Kali ini aku bakal bahas lebih
dalam mengenai hobiku yaitu puisi
Nah benar, aku mau bawa kalian untuk lebih tau tentang puisi lebih dalam lagi.. Tanpa berlama-lama yuk mulai !
Sejarah Singkat Puisi
Puisi adalah salah satu karya sastra tertua dalam sejarah
manusia. Puisi yang tertua adalah Epos Gilgames, dari milenium ke-3 SM di
Sumeria (di Mesopotamia, sekarang Irak), yang ditulis dalam naskah tulisan kuno
berbentuk baji pada tablet tanah liat dan, kemudian, papirus. Puisi dan
syair-syair mitologi lainnya seperti
epos Iliad dan Odyssey karya Homerus, Old Iran buku-buku yang Gathic dan
Yasna Avesta, epik nasional Romawi, Virgil Aeneid, dan India epos Ramayana dan
Mahabharata, juga kitab-kitab kebijaksanaan Tao dan Konfusius, atau tradisi
sastra lokal seperti pantun, gurindam, seloka,
semuanya disajikan dalam syair-syair yang indah.
Masyarakat kuno, seperti Cina melalui Shi Jing, salah satu
dari Lima Klasik Konfusianisme, dikembangkan kanon dari karya-karya puitis yang
ritual serta pentingnya estetika.
Perkembangan Puisi di Indonesia
Di Indonesia juga terdapat karya sastra kuno milik
kerajaan-kerajaan. Tulisan-tulisan tersebut biasanya dalam bahasa sansekerta
ataupun dalam tulisan jawa kuno. Naskah puisi kuno biasanya dinyanyikan.
Seiring perkembangan zaman, Indonesia mulai memiliki
sastrawan yang terkenal dengan karya puisinya seperti Buya Hamka , Chairil
Anwar, Taufik Ismail, dan lainnya.
Puisi di Indonesia juga bermacam tema termasuk untuk kritik
politik ke pemerintahan pada saat itu. Dan kritik melalui puisi pada saat itu
cukup berpengaruh.
Indonesia memiliki sastrawan dan penyair yang terkenal dari
generasi ke generasi. Setiap generasi memiliki perbedaan ciri khas berdasarkan
tema yang diangkat dalam seriap karya sastra.
Perbedaan ini dipengaruhi oleh keadaan sosial politik bangsa
indonesia saat itu.
Dengan terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan
Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati
Sukarnoputri, muncul wacana tentang Sastrawan Angkatan Reformasi.
Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya
sastra, puisi, cerpen, maupun novel, yang bertema sosial-politik, khususnya
seputar Reformasi.
Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial
dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an, seiring dengan jatuhnya Orde
Baru.
Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 banyak
melatar belakangi kelahiran karya-karya sastra puisi, cerpen, dan novel pada saat itu. Bahkan, penyair-penyair yang
semula jauh dari tema-tema sosial politik, seperti Sutardji Calzoum Bachri,
Ahmadun Yosi Herfanda dan Acep Zamzam Noer, juga ikut meramaikan suasana dengan
sajak-sajak sosial-politik mereka.
Dan kini, sajak- sajak berbau politik kian menjamur. Para
penulis muda juga bermunculan. Selain itu di era digital ini sangat mudah
menemukan puisi di internet dan sosial media.
Pengertian Puisi
Pengertian puisi menurut bahasa berasal dari kata dalam
bahasa Yunani Kuno yaitu poieo atau pocima. Dalam bahasa Inggris kata tersebut
dapat diartikan I create atau aku membuat. Secara singkat definisi puisi adalah
seni tertulis yang dibuat oleh manusia.
Definisi Puisi Menurut KBBI
Pengertian puisi menurut KBBI adalah ragam sastra yang
bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
Definisi puisi juga bisa diartikan sebuah sajak atau gubahan dalam bahasa yang
bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang
akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama,
dan makna khusus.
Menurut William Shakespeare
Pengertian puisi menurut William Shakespeare adalah puisi
lirik karena membingungkan berbagai bentuk, seperti perbuatan rumit dengan
emosi sendiri dan pandangan penulis.
Menurut Sumardi
Pengertian puisi menurut Sumardi adalah karya sastra dengan
bahasa yang dipersingkat, dipadatkan bahasanya dan diberi irama sesuai bunyi
yang padu dengan pemilihan kata kiasan yang bersifat imajinatif.
Unsur-Unsur Dalam Puisi
Unsur intrinsik
Unsur intrinsik puisi adalah unsur-unsur yang terkandung
dalam puisi dan mempengaruhi puisi sebagai karya sastra. Yang termasuk unsur intrinsik
puisi adalah diksi, imaji, majas, bunyi, rima, ritme, dan tema.
1. Diksi atau pilihan kata.
Dalam membangun
puisi, penyair hendaknya memilih kata-kata dengan cermat dengan cara
mempertimbangkan makna, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata di
tengah konteks kata lainnya, dan kedudukan kata dalam puisi keseluruhan.
2. Daya bayang atau imaji.
Yang dimaksud dengan daya bayang atau imaji ketika membangun
puisi adalah penggunaan kata-kata yang konkret dan khas yang dapat menimbulkan
imaji visual, auditif, maupun taktil.
3.Gaya bahasa atau majas.
Gaya bahasa atau majas atau bahasa
figuratif dalam puisi adalah bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan
sesuatu dengan cara yang tidak biasa atau menggunakan kata-kata yang bermakna
kiasan atau lambing.
4.Bunyi.
Bunyi dalam puisi mengacu pada digunakannya
kata-kata tertentu sehingga menimbulkan efek nuansa tertentu.
5. Rima.
Rima adalah persamaan bunyi atau perulangan bunyi
dalam puisi yang bertujuan untuk menimbulkan efek keindahan.
6. Ritme.
Ritme dalam puisi mengacu pada dinamika suara
dalam puisi agar tidak dirasa monoton bagi penikmat puisi.
7. Tema.
Tema dalam
puisi mengacu pada ide atau gagasan pokok yang ingin disampaikan oleh pengarang
melalui puisinya.
Unsur ekstrinsik
Unsur ekstrinsik puisi adalah unsur-unsur yang berada di
luar puisi dan mempengaruhi kehadiran puisi sebagai karya seni. Adapun yang
termasuk dalam unsur ekstrinsik puisi adalah aspek historis, psikologis,
filsafat, dan religious.
- Aspek historis mengacu pada unsur-unsur kesejarahan atau gagasan yang terkandung dalam puisi.
- Aspek psikologis mengacu pada aspek kejiwaan pengarang yang termuat dalam puisi.
- Aspek filsafat. filsafat berkaitan erat dengan puisi atau karya sastra keseluruhan dan beberapa ahli lainnya menyatakan bahwa filsafat dan karya sastra dalam hal ini puisi tidak saling terkait satu sama lain.
- Aspek religius puisi mengacu pada tema yang umum diangkat dalam puisi oleh pengarang.
Beragam Jenis Puisi
Jenis-Jenis Puisi Lama
Puisi lama merupakan jenis karya sastra puisi yang masih
terikat pada aturan-aturan seperti jumlah baris, sajak/rima, jumlah suku kata,
dan sebagainya. Yang termasuk dalam puisi lama adalah mantra, pantun, karmina,
seloka, gurindam, syair, dan talibun.
1. Mantra
Mantra adalah salah satu jenis puisi lama yang ciri khasnya
terdiri dari ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Mantra
dipercaya memiliki kekuatan magis untuk keperluan ritual atau pengobatan.
2. Pantun
Pantun adalah jenis puisi lama yang masih populer sampai
saat ini. Ciri-ciri pantun adalah bersajak a-b-a-b, terdiri dari 4 baris, 2
baris awal adalah sampiran dan 2 baris akhir adalah isi pantun.
Beberapa jenis-jenis pantun misalnya pantun nasehat, pantun
teka-teki, pantun anak-anak, pantun agama, pantun jenaka, dan sebagainya.
3. Karmina
Karmina merupakan jenis puisi lama yang hampir sama seperti
pantun, tapi lebih pendek. Karmina terdiri dari 2 baris saja, baris pertama
adalah sampiran, baris kedua adalah isinya.
4. Seloka
Seloka adalah jenis puisi lama berupa pantun yang saling
berkaitan. Karya sastra ini berasal dari Melayu, umumnya ditulis sebanyak 2
baris, 4 baris atau bahkan sampai 6 baris.
5. Gurindam
Gurindam adalah puisi lama yang tiap baitnya terdiri dari 2
baris dengan sajak a-a-a-a yang berima sama. Umumnya isi gurindam berisi
tentang nasehata atau cerita-cerita.
6. Syair
Syair adalah salah satu jenis-jenis puisi lama yang terdiri
dari 4 baris dengan sajak a-a-a-a. Syair termasuk kategori puisi bebas yang
masih sering ditulis sampai saat ini, sebagai wujud ekspresi penyair.
7. Talibun
Talibun merupakan jenis pantun genap yang umumnya terdiri
dari 6 baris, 8 baris atau bahkan 10 baris sekalipun. Asalkan jumlah barisnya
lebih dari 4 baris seperti pantun pada umumnya.
Jenis-Jenis Puisi Baru/Modern
Puisi baru atau disebut juga puisi modern merupakan jenis
karya sastra puisi yang lebihbebas dibandingkan puisi lama karena tidak terikat
pada aturan-aturan seperti jumlah baris, sajak/rima, jumlah suku kata, dan
sebagainya. Yang termasuk dalam puisi baru adalah balada, romansa, elegi,
himne, ode, dan satire.
1. Balada
Balada adalah jenis puisi modern yang mengkisahkan sebuah
cerita atau riwayat tertentu yang sedih dan mengharukan. Terkadang balada
dinyanyikan atau ditampilkan dalam bentuk dialog.
2. Romansa
Romansa adalah jenis puisi modern yang bercerita tentang isi
dan luapan perasaan cinta kasih seseorang. Intinya puisi romansa atau romance
berisi cerita cinta dan romantisme.
3. Elegi
Elegi adalah jenis puisi modern berupa syair atau nyanyian
yang mengandung ratapan dan ungkapan sedih, khususnya pada peristiwa duka cita,
kematian atau kehilangan.
4. Himne
Himne atau disebut juga gita puja, merupakan jenis puisi
modern yang berisikan pujian-pujian terhadap Tuhan, atau terhadap sesuatu yang
sakral dan dimuliakan seperti pahlawan.
5. Ode
Ode adalah salah satu macam-macam puisi modern yang liriknya
berisikan tentang sanjungan terhadap orang yang berjasa dengan nada-nada yang
agung dan tema yang formal.
6. Satire
Satire adalah jenis puisi baru yang berisi sindiran atau
kritik pada kelompok atau seseorang. Satire biasanya menggunakan aya bahasa
dalam bentuk ironi, sarkasme, atau parodi.
7. Epigram
Epigram adalah jenis puisi modern yang isinya bercerita
tentang tuntunan atau ajaran hidup. Banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik
dari isi kandungan epigram ini.
8. Distikon
Distikon merupakan salah satu jenis puisi baru yang memuat sajak
dari dua baris kalimat, dimana tiap baitnya berima a-a.
9. Terzina
Terzina merupakan jenis puisi baru yang masing-masing
baitnya terdiri dari 3 baris atau disebut juga dengan istilah puisi tiga
seuntai.
10. Kuatren
Kuatren merupakan jenis puisi baru yang masing-masing
baitnya terdiri dari 4 baris atau disebut juga dengan istilah puisi empat
seuntai.
11. Kuint
Kuint merupakan jenis puisi baru yang masing-masing baitnya
terdiri dari 5 baris atau disebut juga dengan istilah puisi lima seuntai.
12. Sekstet
Sekstet merupakan jenis puisi baru yang masing-masing
baitnya terdiri dari 6 baris atau disebut juga dengan istilah puisi enam
seuntai.
13. Septima
Septima merupakan jenis puisi baru yang masing-masing
baitnya terdiri dari 7 baris atau disebut juga dengan istilah puisi tujuh
seuntai.
14. Oktaf/Stanza
Oktaf atau stanza merupakan jenis puisi baru yang
masing-masing baitnya terdiri dari 8 baris atau disebut juga dengan istilah
puisi delapan seuntai.
15. Soneta
Soneta merupakan jenis puisi baru yang terdiri dari 14 baris
yang dibagi menjadi 2, dimana 2 bait pertama masing-masing 4 baris dan 2 bait
masing-masing tiga baris.
Nah itu dia penjelasan secara detail mengenai puisi dari
pengertian, unsur dan jenis-jenis puisi . Semoga bermanfaat untuk kalian semua
dan bisa menjadi pengetahuan atau wawasan baru juga buat kita semua ya, Untuk postingan mengenai puisi kali ini cukup
sekian dulu ya guys untuk postingan selanjutnya mungkin aku bakal share
beberapa puisi karyaku lho. So stay tune ya !
Terima kasih buat yang sudah mampir ke blog aku, silahkan
tinggalkan komentar sebagai bentuk dukuangan buat aku ya , See you next time :)
Wassalamualaikum.
Komentar
Posting Komentar